PEMAHAMAN PERILAKU KONSUMEN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN STRATEGI

January 12, 2010 fitrijunita
Tags:

PEMAHAMAN PERILAKU KONSUMEN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN STRATEGI

Mempelajari perilaku konsumen sangat membantu sebuah perusahaan maupun organisasi dalam meningkatkan strategi pemasaran dan memahami persoalan-persoalan sebagai berikut :

  • Bagaimana para konsumen berfikir, merasakan, mempertimbangkan dan memilih dari beberapa alternatif yang berbeda (seperti merek atau produk).
  • Bagaimana konsumen dapat terpengaruh oleh lingkungannya (budaya, keluarga, iklan, dan media).
  • TIngkah laku konsumen ketika berbelanja atau membuat keputusan belanja lainnya.
  • Terbatasnya pengetahuan konsumen
  • Bagaiman para pemasar dapat mengadaptasi dan meningkatkan kampanye pemasaran mereka melalui strategi pemasaran yang lebih efektif untuk mencapai konsumen yang diinginkan.

Salah satu definisi dari perilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen (individu, kelompok maupun organisasi) dalam cara mereka memilih, memperoleh, menggunakan dan menentukan suatu produk dan jasa dalam memuaskan kebutuhan konsumen.

Poin-poin yang didapat dari definisi diatas antara lain :

  • Perilaku konsumen tersebut terjadi baik bagi individu maupun dalam konteks kelompok, (contoh : seorang teman yang terpengaruh oleh pakaian yang dipakai oleh temannya atau orang lain) atau sebuah organisasi (seorang pegawai yang memilih produk yang biasa digunakan oleh perusahaan tempatnya bekerja).
  • Perilaku konsumen melibatkan cara penggunaan dan penentuan suatu produk dan jasa.
  • Dampak dari perilaku konsumen dalam masyarakat juga saling berhubungan. Contohnya, pemasaran agresif dari makanan yang berlemak yang bertolak belakang dengan kesehatan nasional.

Ada dua aliran pemikir tehadap pemahaman proses pembelajaran konsumen
(1) pembelajaran perilaku. Menitiberatkan pada dorongan pada pengaruh perilaku atau perilaku itu sendiri.
(2) pembelajaran kognitip menitiberatkan pada pemecahan masalah dan menekankan pada variabel pemikiran konsumen yang mempengaruhi pembelajaran.

Pembelajaran mengarahkan kepada pembelian yang berulang dan kebiasaan. Dalam model yang menggambarkan perilaku kebiasaan pembelian, pengarahan kebutuhan mengarah langsung pada perhatian membeli, pembelian selanjutnya, dan evaluasi sesudah pembelian. Proses pencarian informasi dan evaluasi merek sangat sedikit (minimal).

Kebiasaan menggambarkan dua fungsi penting, yaitu penurunan resiko untuk pembelian dengan tingkat keterlibatan yang tinggi dan penghematan waktu serta energi untuk produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah.

Kebiasaan seringnya mengarahkan kepada kesetiaan merek yaitu pada pembelian yang berulang berdasarkan pada kesesuaian merek. Teori pembelajaran yang berbeda menjabarkan dua pandangan yang berbeda terhadap kesetiaan merek. Pendekatan instrumental conditioning menunjukkan bahwa pembelian yang konsisten terhadap suatu merek mencerminkan komitmen terhadap suatu merek. Tetapi sebagian loyalitas mencerminkan pembelian yang berulang adalah bukan karena komitmen dengan merek tetapi merupakan proses inertia. Kelompok kognitip percaya bahwa perilaku saja tidak cukup sebagai ukuran loyalitas, diperlukan komitmen sikap terhadap suatu merek.

Entry Filed under: Campus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: